LATAR
BELAKANG
Bab 1
Pendahuluan
Etika
Auditing Dengan Variabel dan Contoh Sampel Sebagai Study Kasus
Etika Audit Akuntan
Etika audit
akuntan adalah suatu sikap dan perilaku mentaati ketentuan dan norma kehidupan
yang berlaku dalam suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan menilai
bukti-bukti secara objektif dan nyata yang berkaitan tentang tindakan-tindakan
dan kejadian-kejadian ekonomi didalam dunia audit. Seorang
auditor dalam mengaudit sebuah laporan keuangan harus berpedoman terhadap
standar auditing yang telah ditentukan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis.
Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk
Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran
lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independent
dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari
suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan
tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang
telah ditetapkan. Definisi di atas mengandung arti yang luas dan
berlaku untuk segala macam jenis auditing atau pengauditan yang memiliki tujuan
berbeda-beda, Maka daripada itu auditor dalam melakukan suatu pekerjaannya auditor harus memakai vareiabel
–vareiabel penelitian
Bab 2
Permasalahaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi audit akuntan
Karena kualitas audit yang baik akan
dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan
keputusan. (Singgih dan Icuk, 2010) mengungkapkan bahwa kualitas audit
dipengaruhi oleh independensi dan pengalaman. Kualitas audit menurut Christiawan
(2002) ditentukan oleh kompetensi dan independensi. Barnes dan Huan (1993)
menyebutkan bahwa pemberian opini tergantung pada faktor kompetensi dan
independensi. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa Independensi merupakan
salah satu komponen etika yang harus dijaga oleh akuntan publik. Independensi
mewajibkan auditor harus bersikap mandiri dan tidak memihak kepada klien yang
telah menugasinya dan membayarnya karena pada dasarnya auditor melaksanakan
pekerjaan untuk kepentingan publik Knapp, Michael (1985) mengatakan bahwa yang
mempengaruhi pemberian pendapat audit adalah kemampuan auditor untuk bersikap
independen meskipun mendapatkan tekanan dari pihak manajemen. Sedangkan
pelaporan pelanggaran tergantung kepada dorongan auditor untuk mengungkapkan
pelanggaran tersebut. Dorongan ini akan tergantung pada independensi yang
dimiliki auditor tersebut. Selain independensi, auditor juga harus didukung
oleh faktor lain, misalnya yang disebutkan dalam Pernyataan Standar Auditing
(SPAP no.4, 2001) yaitu: keahlian dan due professional
care
Keahlian auditor biasanya ditentukan
oleh (1) pendidikan formal untuk jenjang pertama profesi akuntan publik,
(2). Pelatihan dan pengalaman dalam auditing dan akuntan publik, (3).
Partisipasi dalam program edukasi yang berkelanjutan selama karir profesi
(Simamora, 2002 : 29). Dalam penelitian Bernardi (1994) mengatakan bahwa
pengalaman merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan prediksi dan deteksi
auditor. Klien akan puas dengan pekerjaan akuntan publik jika akuntan
publik memiliki pengalaman melakukan audit, responsif. melakukan pekerjaan
dengan tepat dan sebagainya (Christiawan, 2002). Pengalaman kerja telah
dipandang sebagai suatu faktor penting dalam memprediksi kinerja akuntan
publik, dalam hal ini adalah kualitas auditnya. Seorang auditor harus secara
terus
menerus mengikuti
perkembangan yang terjadi dalam
bisnis dan profesinya. Seorang auditor harus mempelajari, memahami dan
menerapkan ketentuan-ketentuan baru dalam prinsip akuntansi dan standar
auditing yang diterapkan oleh organisasi profesi. Dengan bertambahnya
pengalaman seorang auditor maka keahlian yang dimiliki auditor juga
semakin berkembang
BAB 3
PERMASALAHAN
Pengertian Variabel
Variabel sebenarnya adalah konsep
itu sendiri dalam arti bahwa variabel itu sebenarnya bersumber dari suatu
konsep. Berhubung konsep itu tidak bisa diukur, sementara dalam penelitian
dengan pendekatan kuantitatif konsep teoritik itu dituntut harus diukur untuk
kepentingan pembuktian ilmiah, maka konsep tersebut harus diubah dengan cara
memberikannya predikat tertentu. Jika tidak, maka dia tidak akan pernah bisa
berfungsi menjembatani dunia teoritik dengan dunia empirik.
Macam-macam
variabel
a. Variabel
Independen (Independent Variable)
Variabel independen adalah variabel yangmenjelaskan
atau mempengaruhi variabel
yang
lain. Variabel independen disebut pulavariabel yang diduga sebagai sebab
(presumed
cause variable). Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel
yang mendahului (antecedentvariable).
b. Variabel
Dependen (Dependent Variable)
Variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan
atau dipengaruhi oleh variabel
independen.
Variabel dependen disebut juga variabel yang diduga sebagai akibat
(presumed
effect variable). Variabel dependen juga dapat disebut sebagai variabel
konsekuensi (consequent variable).
c. Variabel
Moderating
Variabel moderating adalah
variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah
hubungan
langsung antara variabel independen dengan variabel dependen.
Variabel
moderating adalah variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau
arah
hubungan antar variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel
independen
dengan variabel-variabeldependen kemungkinan positif atau negatif
tergantung
pada variabel moderating, oleh karena itu variabel moderating dinamakan
pula sebagai contigency variable.
d. Variabel
Intervening
Variabel intervening adalah
variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dengan
variabel- variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel intervening merupakan variabel yang
terletak diantara
variabel-variabel
independen dengan variabel-variabel dependen, sehingga variabel independen
tidak langsung menjelaskan
atau mempengaruhi variabel
e. Variabel
Kontrol
Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan
atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat
tidak terpengaruh oleh faktor luat yang tidak telitit. Variabel kontrol sering
digunakan sebagai pemanding melalui penelitian eksperimental.
f. Variabel
anteseden (antecedent variable)
Variabel anteseden (antecedent
variable) adalah suatu variabel yang dalam suatu hipotesis penelitian posisinya
mendahului posisi variabel-variabel utama dalam hipotesis
penelitian. Dengan kata lain, variabel tersebut
semacam menjadi pra kondisi bagi terjadinya suatu hubungan antara dua variabel
dalam hipotesis.
Bab 4
Metodologi
Penelitian
Sampel
Independent
Contoh study
kasus
Sampel dalam penelitian ini adalah
Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung. Teknik penarikan sampel yang
digunakan adalah sampel jenuh, artinya semua populasi dijadikan sebagai sampel
penelitian. Adapun jumlah sampel yang diteliti dari KAP yang berada di wilayah
Bandung berjumlah 27 KAP (Lampiran).Adapun yang menjadi responden untuk mengisi
kuesioner kompetensi, independensi, dan efektifitas proses audit adalah
supervisor untuk menilai manager audit dan tim audit. Sedangkan responden untuk
mengisi kuesioner ketepatan opini adalah klien/perusahaan yang pernah ditangani
oleh masing-masing KAP di Bandung. Alasan penulis memilih reponden di atas
untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah karena mereka dinilai lebih
independen dan sangat mengetahui keadaan riil pada KAP Kota Bandung.
Hasil
Penelitian dan Pembahasaan
Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap
Efektifitas Proses Audit Analisis
data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis).
Adapun dalam proses analisisnya menggunakan bantuan software Lisrel 8.30 for Windows. Persamaan yang diperoleh dari proses analisis
adalah sebagai berikut :
Y = 0.503*X1
+ 0.179*X2 + Error, R² = 0.792Untuk mengetahui pengaruh dari kompetensi (X1)
dan independensi (X2) terhadap efektifitas proses audit (Y) KAP Kota Bandung
secara keseluruhan, maka dilakukan uji F. Adapun hasilnya adalah sebagai
berikut .Terlebih dahulu. Langkah pengujiannya sama seperti pada uji F.
terlebih dahulu harus dicari nilai thitungdari masing–masing X1, dan X2 .
Setelah itu nilai thitungtersebut dibandingkan dengan nilai t di tabel. Jika
nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel, maka hipotesis signifikan, artinya
bahwa pengaruh yang terjadi dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi yaitu
KAP di Kota Bandung. Sebaliknya apabila nilai thitunglebih kecil dari nilai
ttabel, maka hipotesis tidak signifikan, artinya pengaruh yang terjadi tidak
dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi yaitu KAP di Kota Bandung.
Sampel Denpenden
Contoh Study Kasus
Sampel dalam
penelitian ini adalah Auditor pada Kantor Akuntan Publik
dikota Padang dan Pekanbaru. Jumlah populasi di kota Padang ada 5 Kantor
Akuntan Publik
dengan 32 auditor dan Pekanbaru sebanyak 6 Kantor Akuntan Publik dengan32
auditor. Alasan peneliti mengambil auditor sebagai populasi dan sampel adalahkarena
auditor merupakan akuntan eksternal yang paling sering mengalami dilemaetika
ketika menjalani tugas profesionalnya, antara memilih untuk memenuhi kepentingan
kliennya atau menjalankan profesionalnya sesuai aturan yang telah ditetapkan
oleh IAI.Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling
karenajumlah populasi yang kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan
sampel. Responden dalam penelitian ini adalah
seluruh staf auditor, yang meliputi partner, senior
dan junior auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di kota Padang
dan Pekanbaru.
Jenis,
Sumber dan Teknik Data
Jenis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data subyek. Data subyek merupakan data penelitian yang
berupa opini, sikap, pengalaman atau
karateristik
sekelompok atau seseorang yang menjadi subjek penelitian (responden). Penelitian ini
menggunakan data primer. Sumber data dari penelitian ini adalah Auditor di KAP Kota
Padang dan Pekanbaru melalui penyebaran angket. Pengumpulan data dari
penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket).
Dalam penelitian ini data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dengan cara
diantar langsung kepada auditor KAP di Kota Padang dan Pekanbaru.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner disebarkan secara langsung kepada
responden dengan diantar sendiri oleh peneliti.
Variabel
Penelitian dan Pengukuran Variabel
Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah perilaku etis akuntan. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala
likert dengan lima alternatif jawaban, masingmasing diberi skor yaitu:
sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju(TS), sangat
tidak setuju (STS). Variabel
independen pada penelitian ini ada tiga, yaitu orientasi etika yang
terbagi
atas relativisme dan idealisme, dan locus of control. Variabel-variabel
ini
diukur
dengan menggunakan skala likert dengan lima alternatif jawaban, masingmasing
diberi
skor yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju(TS), sangat
tidak setuju (STS).
Sampel Moderating
Contoh Study Kasus
Sampel dalam penelitian ini adalah
auditor yang bekerja pada KAP yang terdapat di Bali tahun 2013. Terdapat 72 auditor dari 10 KAP yang terdapat di Bali. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive
sampling method,
kriteria responden yang akan
diteliti yaitu
auditor yang bekerja pada KAP di Balitahun
2013 yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun dan bersedia untuk
berpartisipasi dalam mengisi kuesioner. Penggunaan kriteria tersebut didasarkan
pada pertimbangan bahwa auditor yang
sudah bekerja selama satu tahun sudah dapat menilai dan mengukur kepuasan kerja mereka, sesuai dengan pernyataan Badjuri(2009). Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, dimana peneliti mengirimkan kuesioner kepada auditor pada masing-masing KAP secara langsung Hubungan
antara komitmen profesional dan kepuasan kerja auditor dengan motivasi sebagai
pemoderasi di uji dengan
menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) atau Uji Interaksi yang
merupakan analisis regresi linear berganda dimana didalam persamaannya terdapat
interaksi antara variabel bebasnya, sesuai dengan pernyataan Suyana Utama
(2009). Persamaan matematis dari uji interaksi adalah sebagai berikut:
Dimana :Y : Kepuasan kerja auditor
X1 :Komitmen profesional
X2 : Motivasi
α : Intercept
β1, β2, β3 :Koefisian regresi
ε: Error
Sampel Intervening
Contoh Study
Kasus
Sampel penlitian adalah merupakan sekelompok orang,
kejadian, atau segala sesuatu yang memiliki
karakteristik tertentu. Anggota
populasi adalah elemen. Jika peneliti ingin menginvestigasi kinerja manajer secara individual, maka
populasi data penelitian adalah setiaporang yang mempunyai karakteristik
sebagai manajer. Peneliti dapat meneliti seluruh elemen populasi (disebut
dengan sensus) atau meneliti sebagian dari elemen-elemen populasi (disebut
dengan sampel). Anggota sampel disebut dengan subjek.
Teknik Pengambilan Sampel dan
Penentuan Ukuran Sampel
Teknik pemilihan sampel dapat memanfaatkan teknik yang
berada dalam lingkup pemilihan sampel probailitas atau non-probabilitas.
Peneliti perlu menguraikan teknik apa yang diambil serta argumentasi yang
mendasarinya. Mengenai penentuan ukuran sampel, peneliti dapat memanfaatkan
pendekatan kuantitatif dan non-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif, misalnya,
penghitungan dengan rumus Slovin atau berdasarkan kriteria teknik statistik
yang digunakan. Pendekatan non-kuantitatif
dapat merujuk pada penelitian-penelitian sebelumnya pada artikel ilmiah
atau pandangan para ahli pada buku teks.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data cukup beragam. Beberapa teknik
yang umum mencakup observasi, survei, maupun berdasarkan data sekunder. Peneliti
perlu menguraikan teknik mana yang akan dilaksanakan di lapangan.
Jenis dan Sumber Data
Terdapat dua jenis sumber data yaitu data primer dan
data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari pihak
pertama/responden. Data sekunder dapat berasal dari studi kepustakaan, arsip,
media cetak, dsb.
Sampel dan Data Penelitian
Sampel penelitian ini adalah
auditor yang bekerja pada kantorakuntan publik di Indonesia. Untuk menentukan
sampel yang diambil dalam penelitian ini, digunakan metode pengambilan sampel
bertujuan, dengan kriteria auditor yang telah bekerja pada KAP bersangkutan
minimal satu tahun. Alasan dilakukannya kriteria ini karena auditor yang
bekerja kurang dari satu tahun belum memiliki kewenangan mengambil keputusan,
sebab umumnya mereka masih menjadi asisten dan segala keputusan ditentukan oleh
supervisornya.
Data dalam riset ini adalah
data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada para auditor
berdasarkan populasi dan penentuan sampel yang telah ditentukan. Pengumpulan
data melalui penyebaran kuesioner diperoleh secara langsung tertuju kepada para
auditor dengan mendatangi kantor KAP, mail survey dan bantuan penghubung
yang mempunyai akses pada sejumlah KAP di Indonesia.
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Riset ini menguji pengaruh
variabel locus of control (LoC) terhadappenerimaan under-reporting
time. Variabel LoC diukur dengan menggunakanpertanyaan dari Donnelly
et al. (2003). Instrumen ini terdiri dari enam belaspertanyaan. Skor
yang lebih tinggi menggambarkan locus of control eksternal.Variabel
komitmen organisasi diukur dengan menggunakan pertanyaan yang dikembangkan oleh
Mowday et al. (1979). Instrumen ini terdiri dari sembilanpertanyaan.
Skor yang lebih tinggi menggambarkan komitmen organisasi yang tinggi. Variabel
kinerja auditor diukur dengan menggunakan pertanyaan yang dikembangkan dari
Chao dan Georgia (1994) dalam Donnelly et al. (2003). Instrumen ini
terdiri dari lima pertanyaan. Seluruh teknik pengukuran menggunakan skala Likert
dengan nilai antara satu sampai tujuh. Skor yang lebih tinggi menggambarkan
kinerja yang tinggi, sedangkan skor yang rendah menggambarkan kinerja yang
rendah. Indikator untuk variabel penelitian ditampilkan lengkap dalam lampiran.
Sampel Andeseden
Contoh Study Kasus
Sampel
penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor akuntan publik
di Bali yang terdaftar di Directory Kantor Akuntan Publik 2012 yang berjumlah
73 auditor. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non-probability
samplingdengan teknik purposive sampling dengan kriteria penentuan sampel yaitu
responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada kantor akuntan
publik yang ada di Bali dan
responden
tidak dibatasi oleh jabatan auditor pada kantor akuntan publik (partner,
senior, atau junior auditor) karena diasumsikan setiap auditor yang bekerja
pada kantor akuntan publik melakukan proses audit yaitu melakukan pemeriksaan
terhadap laporan keuangan dan memberikan pendapat serta mengambil keputusan-keputusan
atas dasar hasil pemeriksaan tersebut, sehingga mereka terlibat dalam penentuan
kualitas proses audit.
Instrumen dan Teknik Pengumpulan
Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket
(kuesioner) yang dinyatakan dengan menggunakan skala likert 10 poin (Sugiyono,
2007: 135). Pengujian instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas
dan reliabilitas. (Sugiyono, 2007: 109). Syarat minimum suatu kuesioner dikatakan
valid adalah jika r ≥ 0,30. Untuk menguji reliabilitas, dalam penelitian ini
menggunakan analisis Cronchbach Alpha. Instrumen dikatakan reliabel apabila
memiliki Cronchbach alpha ≥0,60(Ghozali, 2006).
Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu
kualitas proses audit yang diproksikan dengan indikator pemahaman terhadap
sistem informasi akuntansi klien, tingkat ketepatan waktu dalam penyelesaian
proses audit, tingkat kepatuhan terhadap SPAP dalam pelaksanaan pekerjaan lapangan,
tingkat kepercayaan terhadap pernyataan klien dan tingkat kehati-hatian dalam
pengambilan keputusan selama proses audit.Sedangkan, variabel bebas dalam
penelitian adalah kompetensi auditor dan independensi auditor. Kompetensi
auditor diproksikan dengan indikator pengetahuan dan pengalaman, sedangkan independensi
auditor diproksikan dengan indikator lama hubungan dengan klien, tekanan dari
klien, telaah dari rekan auditor dan jasa non audit yang diberikan.
Bab 4
Penutup
Kesimpulan
Berdasarkan dari beberapa variable mempunyai hubungan
yang saling terikat satu sama lain untuk mengambil suatu keputusan. Dengan
adanya variable maka dapat mempermudah dalam hal pengambilan keputusan dengan
di sertai sampel pengambilan data kuantitatif dan kualitatif.
Referensi
ISSN : 1979-4878 Vol.3,No.2
ISSN : 0854-9524 Vol IV,No, Juli 2009:90-97
ISSN : 0216-0552/No.13/2/Des 2012
ISSN : 1693-4482
ISSN : 2302-9242 Vol 4,No.1, Mei 2015, Hal 1-68
ISSN : 1978-3612 Vol VII, No.2, Des 2013
ISSN : 2302-8556E
Tidak ada komentar:
Posting Komentar