Rabu, 09 November 2016

Etika Auditing Dengan Variabel dan Contoh Sampel Sebagai Study Kasus






LATAR BELAKANG


Bab 1
Pendahuluan

Etika Auditing Dengan Variabel dan Contoh Sampel Sebagai  Study Kasus

Etika Audit Akuntan
Etika audit akuntan adalah suatu sikap dan perilaku mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan menilai bukti-bukti secara objektif dan nyata yang berkaitan tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi didalam dunia audit. Seorang auditor dalam mengaudit sebuah laporan keuangan harus berpedoman terhadap standar auditing yang telah ditentukan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independent dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Definisi di atas mengandung arti yang luas dan berlaku untuk segala macam jenis auditing atau pengauditan yang memiliki tujuan berbeda-beda, Maka daripada itu auditor dalam melakukan suatu pekerjaannya  auditor harus memakai vareiabel –vareiabel  penelitian


Bab 2
Permasalahaan

Faktor-faktor yang mempengaruhi audit akuntan
Karena kualitas audit yang baik akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. (Singgih dan Icuk, 2010) mengungkapkan bahwa kualitas audit dipengaruhi oleh independensi dan pengalaman. Kualitas audit menurut Christiawan (2002) ditentukan oleh kompetensi dan independensi. Barnes dan Huan (1993) menyebutkan bahwa  pemberian opini tergantung pada faktor kompetensi dan independensi. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa Independensi merupakan salah satu komponen etika yang harus dijaga oleh akuntan publik. Independensi mewajibkan auditor harus bersikap mandiri dan tidak memihak kepada klien yang telah menugasinya dan membayarnya karena pada dasarnya auditor melaksanakan pekerjaan untuk kepentingan publik Knapp, Michael (1985) mengatakan bahwa yang mempengaruhi pemberian pendapat audit adalah kemampuan auditor untuk bersikap independen meskipun mendapatkan tekanan dari  pihak manajemen. Sedangkan pelaporan  pelanggaran tergantung kepada dorongan auditor untuk mengungkapkan pelanggaran tersebut. Dorongan ini akan tergantung pada independensi yang dimiliki auditor tersebut. Selain independensi, auditor juga harus didukung oleh faktor lain, misalnya yang disebutkan dalam Pernyataan Standar Auditing (SPAP no.4, 2001) yaitu: keahlian dan due  professional care
            Keahlian auditor biasanya ditentukan oleh (1) pendidikan formal untuk  jenjang pertama profesi akuntan publik, (2). Pelatihan dan pengalaman dalam auditing dan akuntan publik, (3). Partisipasi dalam program edukasi yang berkelanjutan selama karir profesi (Simamora, 2002 : 29). Dalam penelitian Bernardi (1994) mengatakan bahwa pengalaman merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan prediksi dan deteksi auditor. Klien akan puas dengan  pekerjaan akuntan publik jika akuntan publik memiliki pengalaman melakukan audit, responsif. melakukan pekerjaan dengan tepat dan sebagainya (Christiawan, 2002). Pengalaman kerja telah dipandang sebagai suatu faktor penting dalam memprediksi kinerja akuntan publik, dalam hal ini adalah kualitas auditnya. Seorang auditor harus secara terus
menerus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam bisnis dan profesinya. Seorang auditor harus mempelajari, memahami dan menerapkan ketentuan-ketentuan baru dalam prinsip akuntansi dan standar auditing yang diterapkan oleh organisasi profesi. Dengan bertambahnya  pengalaman seorang auditor maka keahlian yang dimiliki auditor juga semakin berkembang                                                                                                     


BAB 3
PERMASALAHAN
Pengertian Variabel

Variabel sebenarnya adalah konsep itu sendiri dalam arti bahwa variabel itu sebenarnya bersumber dari suatu konsep. Berhubung konsep itu tidak bisa diukur, sementara dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif konsep teoritik itu dituntut harus diukur untuk kepentingan pembuktian ilmiah, maka konsep tersebut harus diubah dengan cara memberikannya predikat tertentu. Jika tidak, maka dia tidak akan pernah bisa berfungsi menjembatani dunia teoritik dengan dunia empirik.

Macam-macam variabel


a.       Variabel Independen (Independent Variable)
Variabel independen adalah variabel yangmenjelaskan atau mempengaruhi variabel
yang lain. Variabel independen disebut pulavariabel yang diduga sebagai sebab
(presumed cause variable). Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel yang mendahului (antecedentvariable).

b.      Variabel Dependen (Dependent Variable)
Variabel dependen adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel
independen. Variabel dependen disebut juga variabel yang diduga sebagai akibat
(presumed effect variable). Variabel dependen juga dapat disebut sebagai variabel konsekuensi (consequent variable).

c.       Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah
hubungan langsung antara variabel independen dengan variabel dependen.
Variabel moderating adalah variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau
arah hubungan antar variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel
independen dengan variabel-variabeldependen kemungkinan positif atau negatif
tergantung pada variabel moderating, oleh karena itu variabel moderating dinamakan pula sebagai contigency variable.

d.      Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel- variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel intervening merupakan variabel yang terletak diantara
variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variabel

e.       Variabel Kontrol
Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak terpengaruh oleh faktor luat yang tidak telitit. Variabel kontrol sering digunakan sebagai pemanding melalui penelitian eksperimental.

f.       Variabel anteseden (antecedent variable)
Variabel anteseden (antecedent variable) adalah suatu variabel yang dalam suatu hipotesis penelitian posisinya mendahului posisi variabel-variabel utama dalam hipotesis
penelitian. Dengan kata lain, variabel tersebut semacam menjadi pra kondisi bagi terjadinya suatu hubungan antara dua variabel dalam hipotesis.










Bab 4


Metodologi Penelitian


Sampel Independent

Contoh study kasus
Sampel dalam penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Bandung. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, artinya semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Adapun jumlah sampel yang diteliti dari KAP yang berada di wilayah Bandung berjumlah 27 KAP (Lampiran).Adapun yang menjadi responden untuk mengisi kuesioner kompetensi, independensi, dan efektifitas proses audit adalah supervisor untuk menilai manager audit dan tim audit. Sedangkan responden untuk mengisi kuesioner ketepatan opini adalah klien/perusahaan yang pernah ditangani oleh masing-masing KAP di Bandung. Alasan penulis memilih reponden di atas untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah karena mereka dinilai lebih independen dan sangat mengetahui keadaan riil pada KAP Kota Bandung.

Hasil Penelitian dan Pembahasaan
Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Efektifitas Proses Audit Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis). Adapun dalam proses analisisnya menggunakan bantuan software Lisrel 8.30 for Windows. Persamaan yang diperoleh dari proses analisis adalah sebagai berikut :
Y = 0.503*X1 + 0.179*X2 + Error, R² = 0.792Untuk mengetahui pengaruh dari kompetensi (X1) dan independensi (X2) terhadap efektifitas proses audit (Y) KAP Kota Bandung secara keseluruhan, maka dilakukan uji F. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut .Terlebih dahulu. Langkah pengujiannya sama seperti pada uji F. terlebih dahulu harus dicari nilai thitungdari masing–masing X1, dan X2 . Setelah itu nilai thitungtersebut dibandingkan dengan nilai t di tabel. Jika nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel, maka hipotesis signifikan, artinya bahwa pengaruh yang terjadi dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi yaitu KAP di Kota Bandung. Sebaliknya apabila nilai thitunglebih kecil dari nilai ttabel, maka hipotesis tidak signifikan, artinya pengaruh yang terjadi tidak dapat digeneralisir terhadap seluruh populasi yaitu KAP di Kota Bandung.


Sampel Denpenden

Contoh Study Kasus
Sampel dalam penelitian ini adalah Auditor pada Kantor Akuntan Publik dikota Padang dan Pekanbaru. Jumlah populasi di kota Padang ada 5 Kantor Akuntan Publik dengan 32 auditor dan Pekanbaru sebanyak 6 Kantor Akuntan Publik dengan32 auditor. Alasan peneliti mengambil auditor sebagai populasi dan sampel adalahkarena auditor merupakan akuntan eksternal yang paling sering mengalami dilemaetika ketika menjalani tugas profesionalnya, antara memilih untuk memenuhi kepentingan kliennya atau menjalankan profesionalnya sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh IAI.Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling karenajumlah populasi yang kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan sampel. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh staf auditor, yang meliputi partner, senior dan junior auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di kota Padang dan Pekanbaru.

Jenis, Sumber dan Teknik Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data subyek. Data subyek merupakan data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karateristik sekelompok atau seseorang yang menjadi subjek penelitian (responden). Penelitian ini menggunakan data primer. Sumber data dari penelitian ini adalah Auditor di KAP Kota Padang dan Pekanbaru melalui penyebaran angket. Pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket). Dalam penelitian ini data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dengan cara diantar langsung kepada auditor KAP di Kota Padang dan Pekanbaru.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner disebarkan secara langsung kepada responden dengan diantar sendiri oleh peneliti.

Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku etis akuntan. Variabel ini diukur dengan menggunakan skala likert dengan lima alternatif jawaban, masingmasing diberi skor yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju(TS), sangat tidak setuju (STS). Variabel independen pada penelitian ini ada tiga, yaitu orientasi etika yang
terbagi atas relativisme dan idealisme, dan locus of control. Variabel-variabel ini
diukur dengan menggunakan skala likert dengan lima alternatif jawaban, masingmasing
diberi skor yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), tidak setuju(TS), sangat tidak setuju (STS).

Sampel Moderating

Contoh Study Kasus
Sampel dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada  KAP yang terdapat di Bali tahun 2013. Terdapat 72 auditor dari 10 KAP yang terdapat di Bali. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling method, kriteria responden yang akan diteliti yaitu auditor yang bekerja pada KAP di Balitahun 2013 yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun dan bersedia untuk berpartisipasi dalam mengisi kuesioner. Penggunaan kriteria tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa auditor yang sudah bekerja selama satu tahun sudah dapat menilai dan mengukur kepuasan kerja mereka, sesuai dengan pernyataan Badjuri(2009). Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, dimana peneliti mengirimkan kuesioner kepada auditor pada masing-masing KAP secara langsung Hubungan antara komitmen profesional dan kepuasan kerja auditor dengan motivasi sebagai pemoderasi di uji dengan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) atau Uji Interaksi yang merupakan analisis regresi linear berganda dimana didalam persamaannya terdapat interaksi antara variabel bebasnya, sesuai dengan pernyataan Suyana Utama (2009). Persamaan matematis dari uji interaksi adalah sebagai berikut:
Y = α : + β1X1 + β2X2 + β3X1X+ε...............................................................(1)
Dimana :Y : Kepuasan kerja auditor
X1 :Komitmen profesional
X2 : Motivasi
α : Intercept
β1, β2, β3 :Koefisian regresi
ε: Error






Sampel  Intervening

Contoh Study Kasus
Sampel penlitian adalah merupakan sekelompok orang, kejadian, atau segala sesuatu yang memiliki  karakteristik  tertentu. Anggota populasi adalah elemen. Jika peneliti ingin menginvestigasi  kinerja manajer secara individual, maka populasi data penelitian adalah setiaporang yang mempunyai karakteristik sebagai manajer. Peneliti dapat meneliti seluruh elemen populasi (disebut dengan sensus) atau meneliti sebagian dari elemen-elemen populasi (disebut dengan sampel). Anggota sampel disebut dengan subjek.

Teknik Pengambilan Sampel dan Penentuan Ukuran Sampel
Teknik pemilihan sampel dapat memanfaatkan teknik yang berada dalam lingkup pemilihan sampel probailitas atau non-probabilitas. Peneliti perlu menguraikan teknik apa yang diambil serta argumentasi yang mendasarinya. Mengenai penentuan ukuran sampel, peneliti dapat memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan non-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif, misalnya, penghitungan dengan rumus Slovin atau berdasarkan kriteria teknik statistik yang digunakan. Pendekatan non-kuantitatif  dapat merujuk pada penelitian-penelitian sebelumnya pada artikel ilmiah atau pandangan para ahli pada buku teks.

Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data cukup beragam. Beberapa teknik yang umum mencakup observasi, survei, maupun berdasarkan data sekunder. Peneliti perlu menguraikan teknik mana yang akan dilaksanakan di lapangan.

Jenis dan Sumber Data
Terdapat dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari pihak pertama/responden. Data sekunder dapat berasal dari studi kepustakaan, arsip, media cetak, dsb.






Sampel dan Data Penelitian
Sampel penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada kantorakuntan publik di Indonesia. Untuk menentukan sampel yang diambil dalam penelitian ini, digunakan metode pengambilan sampel bertujuan, dengan kriteria auditor yang telah bekerja pada KAP bersangkutan minimal satu tahun. Alasan dilakukannya kriteria ini karena auditor yang bekerja kurang dari satu tahun belum memiliki kewenangan mengambil keputusan, sebab umumnya mereka masih menjadi asisten dan segala keputusan ditentukan oleh supervisornya.
Data dalam riset ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada para auditor berdasarkan populasi dan penentuan sampel yang telah ditentukan. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner diperoleh secara langsung tertuju kepada para auditor dengan mendatangi kantor KAP, mail survey dan bantuan penghubung yang mempunyai akses pada sejumlah KAP di Indonesia.

Operasionalisasi Variabel Penelitian
Riset ini menguji pengaruh variabel locus of control (LoC) terhadappenerimaan under-reporting time. Variabel LoC diukur dengan menggunakanpertanyaan dari Donnelly et al. (2003). Instrumen ini terdiri dari enam belaspertanyaan. Skor yang lebih tinggi menggambarkan locus of control eksternal.Variabel komitmen organisasi diukur dengan menggunakan pertanyaan yang dikembangkan oleh Mowday et al. (1979). Instrumen ini terdiri dari sembilanpertanyaan. Skor yang lebih tinggi menggambarkan komitmen organisasi yang tinggi. Variabel kinerja auditor diukur dengan menggunakan pertanyaan yang dikembangkan dari Chao dan Georgia (1994) dalam Donnelly et al. (2003). Instrumen ini terdiri dari lima pertanyaan. Seluruh teknik pengukuran menggunakan skala Likert dengan nilai antara satu sampai tujuh. Skor yang lebih tinggi menggambarkan kinerja yang tinggi, sedangkan skor yang rendah menggambarkan kinerja yang rendah. Indikator untuk variabel penelitian ditampilkan lengkap dalam lampiran.







Sampel  Andeseden

Contoh Study Kasus
 Sampel penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Kantor akuntan publik di Bali yang terdaftar di Directory Kantor Akuntan Publik 2012 yang berjumlah 73 auditor. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non-probability samplingdengan teknik purposive sampling dengan kriteria penentuan sampel yaitu responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik yang ada di Bali dan
responden tidak dibatasi oleh jabatan auditor pada kantor akuntan publik (partner, senior, atau junior auditor) karena diasumsikan setiap auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik melakukan proses audit yaitu melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan memberikan pendapat serta mengambil keputusan-keputusan atas dasar hasil pemeriksaan tersebut, sehingga mereka terlibat dalam penentuan kualitas proses audit.

Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) yang dinyatakan dengan menggunakan skala likert 10 poin (Sugiyono, 2007: 135). Pengujian instrumen dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas. (Sugiyono, 2007: 109). Syarat minimum suatu kuesioner dikatakan valid adalah jika r ≥ 0,30. Untuk menguji reliabilitas, dalam penelitian ini menggunakan analisis Cronchbach Alpha. Instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki Cronchbach alpha ≥0,60(Ghozali, 2006).

Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu kualitas proses audit yang diproksikan dengan indikator pemahaman terhadap sistem informasi akuntansi klien, tingkat ketepatan waktu dalam penyelesaian proses audit, tingkat kepatuhan terhadap SPAP dalam pelaksanaan pekerjaan lapangan, tingkat kepercayaan terhadap pernyataan klien dan tingkat kehati-hatian dalam pengambilan keputusan selama proses audit.Sedangkan, variabel bebas dalam penelitian adalah kompetensi auditor dan independensi auditor. Kompetensi auditor diproksikan dengan indikator pengetahuan dan pengalaman, sedangkan independensi auditor diproksikan dengan indikator lama hubungan dengan klien, tekanan dari klien, telaah dari rekan auditor dan jasa non audit yang diberikan.



Bab 4

Penutup

Kesimpulan
Berdasarkan dari beberapa variable mempunyai hubungan yang saling terikat satu sama lain untuk mengambil suatu keputusan. Dengan adanya variable maka dapat mempermudah dalam hal pengambilan keputusan dengan di sertai sampel pengambilan data kuantitatif dan kualitatif.

Referensi
ISSN : 1979-4878 Vol.3,No.2
ISSN : 0854-9524 Vol IV,No, Juli 2009:90-97
ISSN : 0216-0552/No.13/2/Des 2012
ISSN : 1693-4482
ISSN : 2302-9242 Vol 4,No.1, Mei 2015, Hal 1-68
ISSN : 1978-3612 Vol VII, No.2, Des 2013
ISSN : 2302-8556E




































Tidak ada komentar:

Posting Komentar